Saturday, October 2, 2010

SHARING IS LOVING -BERTAUBAT


Pernahkah kita bertanya pada diri sendiri, kenapa kita perlu bertaubat? Apa reaksinya? Apakah kita merasa perlu bertaubat sesekali, atau melakukannya terus menerus? Mungkin, ada orang yang menganggap tidak perlu bertaubat terus menerus. Ada juga yang justru merasa sangat perlu melakukan-nya. Bahkan jika mungkin, ingin melakukan-nya setiap saat.

Bagi yang merasa tidak perlu mengulang-ulang taubat, alasannya, pasti karena mereka merasa tidak ada kesalahan yang menjadikan-nya perlu senantiasa memperbarui taubat. Tapi bagi yang merasa sangat mementingkan taubat, itu dilandasi kesadaran sebagai manusia mereka tidak terlepas dari kekhilafan. Apalagi kesalahan kepada Allah Maha Pencipta.

Bila kita melakukan kesalahan terhadap seseorang, cara terbaik untuk menyelesaikannya, adalah dengan meminta maaf. Meminta maaf, awalnya memang sangat berat. Sebabnya adalah rasa malu, segan dan sebagainya. Tapi apabila dilakukan, ternyata itu lebih bermanfaat. Pikiran menjadi lebih tenang, dan jiwa menjadi tentram. Suasana hati pun otomatis menjadi damai. Itu pasti. Sebaliknya, andai kita menunda permintaan maaf kepada orang tersebut, hati kita akan penuh dengan perasaan galau, gelisah.

Jika terhadap sesama manusia kita sanggup meminta maaf, hatta atas kekhilafan yang kecil, apalagi kesalahan yang terkait dengan Allah SWT. Harusnya, kita lebih segera lagi meminta ampun. Karena sebenarnya, tak ada manusia yang tak bersalah, bahkan siapapun manusia sangat banyak memiliki kesalahan dan kekurangan di hadapan Allah.

Hanya Rasulullah yang bersifat ma’sum, terlepas dari kesalahan dan dosa. Itupun, setiap Nabi dan Rasul yang diutus Allah ke muka bumi, senantiasa bertaubat dan memohon ampun kepada Allah.

Apapun anggapan orang, sebenarnya manusia sangat banyak melakukan kesalahan dan dosa. Ada ulama yang mengatakan, bahwa manusia itu, kedipan matanya saja sudah dapat mengandung dosa. Dosa mata dengan penglihatan, dosa telinga dengan pendengaran, dosa tangan dengan perbuatan, dosa kaki dengan langkah dan gerakan, dosa hati dengan niat dan maksud, dosa lidah dengan tutur kata, dan sebagainya.

Ada orang yang menganggap melakukan dosa kecil itu merupakan kesalahan sepele dan karenanya tidak akan berdampak apa-apa. Padahal, justru orang yang menganggap kesalahan yang dilakukan sebagai dosa kecil, sebenarnya sangat mungkin ia telah memiliki dosa yang besar. Dosa kecil, ibarat debu beterbangan yang melekat pada kain. Jika dibiarkan terus menerus, kain itu pun akan menjadi kotor juga. lllustrasi seperti itu yang digambarkan oleh Rasulullah SAW. “Sesungguhnya iman itu muncul dalam hati bagaikan sinar putih. Kemudian dosa muncul pada hati seperti titik-titik hitam. Lalu merebak sampai seluruh hati menjadi hitam legam.”
Sebab itu orang yang menggunakan akal fikiran sehat, tidak mau mengisi waktunya dengan perbuatan yang sia-sia. Seperti mengumpat atau mencari kesalahan orang lain. Ia lebih berharap agar menjadi orang yang lebih disibukkan oleh kesalahan pribadi, daripada kesalahan orang lain. Allah SWT berfirman, “Siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itu adalah orang yang aniaya.”(QS. Al-Hujuraat: 11)
Mengetahui besar dan bahaya dosa, merupakan langkah pertama seseorang untuk meninggalkan dosa. Hal ini yang dimaksud oleh Imam Al-Ghazali dalam tahap ilmu (mengetahui). Artinya, seorang tak akan melakukan taubat kecuali setelah ia menyadari bahaya dosa. Dari kesadaran ini, seseorang akan menjauhi segala kemaksiatan, menyesalinya, dan bertekad untuk tidak melakukannya di masa yang akan datang. Rasul bersabda, “Taubat itu adalah penyesalan.”(HR. Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dan AI-Hakim, dengan sanad shahih)
Mempercayai dosa sebagai racun mematikan, termasuk konsekuensi iman. Rasul SAW pernah mengaitkan berkurangnya kesempurnaan Iman dengan perbuatan maksiat. “Seseorang tidak mungkin berzina, sedangkan ia orang yang beriman.”(Muttafaq alaih). Secara timbal balik, perbuatan zina itu akan mengurangi iman seseorang.

Orang yang melakukan zina, sama saja dengan tidak mempercayai larangan Allah SWT. Allah SWT melarang zina, antara lain, karena zina akan melahirkan banyak bahaya pada pelakunya, maupun masyarakat. Sama dengan seorang dokter yang menyatakan, “jangan sekali-kali minum ini, karena ini adalah racun yang mematikan.” Pasien yang tetap meminum racun, sama artinya ia tidak percaya dengan nasihat dokter. Atau, ia tidak percaya bahwa pernyataan dokter itu adalah benar.

Dari analogi sederhana ini, pelaku kemaksiatan berarti menderita pengurangan iman. Bayangkan, bila kondisi seperti ini, kita alami di saat kita tiba pada tapal batas usia yang Allah berikan. Imam Al-Ghazali mengatakan, “Orang yang tidak segera bertaubat terancam bahaya besar. Hatinya menjadi gelap dan berkarat. Kemudian bila ia didatangi sakit atau maut, berarti dia menghadap Allah dengan hati yang tidak sejahtera.” Dan itu pula sebabnya, Al-Ghazali menyatakan bahwa taubat wajib dilakukan terus menerus, dan sesegera mungkin.
Tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan datangnya ajal. Hikmah yang paling utama adalah, agar setiap manusia berupaya melakukan amal shalih sepanjang hidupnya.

Rasulullah SAW selalu berdo’a agar ia menghadap Allah SWT dalam kondisi yang baik. Beliau kerap mengucapkan, “Ya Allah, jadikanlah kebaikan itu pada penghujung umurku.

Ya Allah jadikanlah kesudahan amalku itu adalah ridho-Mu. Ya Allah jadikanlah saat yang terbaik bagiku adalah ketika aku menemui-Mu.”(HR. Thabrani)

Dalam hadits lain, disebutkan munajat Rasulullah SAW, “Ya Allah jadikanlah kebaikan itu pada penghabisan umurku. Dan kebaikan amalku adalah kesudahannya, dan waktu yang terbaik adalah saat menemui-Mu.” (HR. Thabrani)

Demikianlah untaian do’a utusan Allah SWT yang telah dijamin keselamatan hidupnya, di dunia dan akhirat. Beliau juga kerap memotivasi ummatnya agar memiliki akhir yang baik dalam hidup. Suatu ketika, Nabi SAW bersabda, “Jika Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba-Nya, maka Ia akan menggunakannya.” Para sahabat lalu bertanya, “Apa maksudnya ya Rasulullah?” Rasul kemudian menjawab, “Allah akan menjadikannya beramal shalih, lalu Ia wafatkan pada waktu itu.”(HR Turmudzi)

Karenanya, menurut Rasulullah, nilai kebaikan seseorang tidak dapat ditentukan, sebelum diketahui bagaimana akhir hayatnya. “Jangan terburu tertarik dengan amal yang dilakukan oleh seseorang, sebelum engkau melihat bagaimana akhir hidupnya. ”(HR. Ahmad)

Bila tak ada yang tahu tapal batas usia manusia, dan tidak ada manusia yang suci dari dosa, kenapa kita harus menunda-nunda taubat. Segeralah mohon ampun, beristighfar pada Allah. Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang diberi karunia, menemui-Nya dalam keadaan yang paling baik. Amiin.

SHARING IS LOVING -PERINGATAN BAGI DIRI

PERINGATAN BAGI DIRI---UNTUK SENTIASA MEMBERSIHKAN HATI KITA?


1. Jgn suka TELEK hal ORG LAIN, sebab yg Allah telek Hati kita? 

2. Jgn suka KEPO SEGALA hal yg X de kena mengena dgn kita? 

3. Jgn suka nilai iman & amalan org lain seolah2 diri sendiri dah sempurna? 

4. Jgn hina org lain, sbb menghina org lain adalah sifat org2 yg suka membangga diri yg di laknat Allah, mulia sngt ke kita di sisi Allah? 


5. Pelihara sentiasa niat,perbuatan,perkataan...sbb ianya boleh menjahanamkan kita? 


6. Sentiasa beriman.bertaqwa,berbaik sangka,sabar,ikhlas,redha,berserah,mengingati Allah agar sentiasa tenang & bahagia(Ketenangan & kebahagiaan,kaya jiwa itu adalah tanda seseorg itu memperolehi restu.pimpinan,petunjuk,kerahmatan.keberkatan.keredhaan.kasih syg & perlindungan Allah sentiasa)


7. Jgn syirik, sebab ianya adalah dosa yg tdk di ampun Allah Jgn lupa & lalai dari INGAT ALLAH. ...

Sharing is Loving - Assalamualaikum...Untuk Saudara Seimanku..


Sharing is Loving - Assalamualaikum...Untuk Saudara Seimanku..



1. Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia…. Allah tau betapa kau telah berjerih payah dan berusaha...

2. Jika kau telah menangis sekian lama dan hatimu terasa perit dan pedih… Allah telah menghitung jatuhan air matamu.

3. Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menanti sesuatu dan waktu serasa berlalu… Allah sedang menanti bersamamu.

4. Jika kau MERASA SENDIRIAN dan orang2lain SIBUK dengan banyak urusan…ingatlah Allah senantiasa berada di disisimu.

5. Ketika kau berfikir, kau sudah mencuba segalanya..tetapi tetap gagal dan tak tau nak buat apa lagi…ingatlah Allah selalu punya jawabnya...dan pasti ada hikmahnya..

6. Ketika segala sesuatu tidak masuk akal dan kau merasa sangat tertekan… Allah mampu menenangkanmu...dan berbanyaklah merintih pada ALLAH ..memohon bantuan...

7. Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kamu merasa ingin mengucap syukur… Allah telah memberkahimu dan bersyukur lah pada ALLAH...

8. Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mempunyai mimpi untuk digapai… doalah pada Allah sebanyaknya...agar tujuan kita itu diredhai NYA.

Ingatlah teman2 ku yang disayangi… Dimana pun engkau, kemanapun engkau dan Apapun yang engkau akan hadapi… Allah MAHA MENGATAHUI !!! Mari mendekati Allah dengan lebih dekat lagi.... Agar kita tunduk kala yang lain angkuh. Agar kita teguh kala yang lain runtuh. Agar kita kuat dan berada di ladasan NYA kala yang lain makin menjauh dari NYA.

Rapatkan Saf..... Bangkitkan Ghiroh-mu (semangat) kerana ALLAH...demi Agama kita Islam yang mulia serta jangan leka dan terlena dalam dunia yang penuh badai fitnah dan syahwat serta Kemusyrikan dan Kemaksiatan ini....dunia yang penuh dengan pancaroba ini...

marilah kita mendekatkan diri kepada Allah...Allah yang menciptakan kita dan mematikan kita. ALLAHU’ AKBAR. Mari kita bersama berlumba-lumba ...berusaha sepenuh tenaga... meraih Shirathul Mustaqiem (Jalan yang lurus) yang membawa kita kepada cinta dan jalan Allah Ta’ala......agar kita jauh dari melalui jalan yang tidak diredhai Allah Azza Wa Jalla... kerana azab ALLAH adalah sangat pedih....Astagfirullah.... 

SHARING IS LOVING -YA ALLAH PADA MU KU MEMOHON




Bukan mudah Ya ALLAH… 
Berdiri di tangga kemewahan, kenikmatan dan kesenangan 
Keindahan dunia ini menganggu ku 
Kemanisan hubbu dunya ini mencarik-carik imanku 
Dimanakah aku tanpa kecintaan padaMU

Aku runsing Ya ALLAH 
Aku berlari ke sana dan ke sini 
Aku mencari dan terus mencari 
Dimanakah ku tagih cinta Ilahi 
Bagaimana harus ku bayar nikmat yang Kau beri 
Sedang aku tidak diuji 
Maka saat aku tidak diuji, adalah ujian yang terbesar sekali 
Andai bisa aku berbicara denganMU 
Dan ku harap Kau mendengar pengaduanku 
Sungguh aku bukan bercakap kosong 
Inilah keluhan hatiku 
Yang merindu cinta MU, yang mengharap keredhaan MU…. 

Ampuni aku Ya ALLAH 
Aku lemah lagi tak bermaya 
Melawan sesuatu yang digelar fana dunia 
Aku tak mampu Ya ALLAH, 
Belenggu ini menghimpit ku… 
Belenggu ini menghiburkan hatiku 
Sehingga aku senang denganya 
Sehingga aku takut kehilanganya 
Sedang cintaMU itu sangat luar biasa… 
Sedang cintaMU itu lebih dari segala-galanya… 

Sungguh aku tak layak Ya ALLAH menghampiri syurgaMU 
Dan pasti menggeletarlah seluruh tubuhku mendengarkan api nerakaMU 
Lalu ke manakah langkahku 
Selayaknya dimanakah tempatku 
Atas redhaMU ya Rabbi..
aku hanya menuruti 
Andai aku diseksa, kan aku patuhi 
Asalkan Kau meredhai hidupku ini 

Terima Kasih Ya ALLAH kerana sudi menyayangi diri ini 
Terima Kasih Ya ALLAH kerana sering mendengar pengharapan serta pengaduanku 
Terima Kasih Ya ALLAH kerana sering bersama-sama denganku, 
tak kira apa keadaan imanku 
Sesungguhnya Ya ALLAH, 
cinta ku hanya milikMU…

SHARING IS LOVING - YA ALLAH


SHARING IS LOVING -ASSALAMUALAIKUM TEMAN2 TERSAYANG.. KATA2 DARI SEORANG TEMAN..CINTA SUKAKAN KATA-KATANYA...

'Ya Allah, andai benar satu hari akan kau serahkan diriku buat seorang Adam, biarlah dia seorang yang punya fikrah yang kuat berdakwah, yang tidak redha dengan kemaksiatan, yang lincah mentarbiyyah umat, yang ti
dak langsung berlengah untuk menyerah harta dan jiwanya pada jalanMu, yang tenaganya tidak sedikit pun berbaki untuk dia mengejar dunia, yang hatinya tertaut pada masjid, yang malamnya hidup untukMu dalam tahajud yang menyuci jiwa, yang apabila aku memandang wajahnya, bertambah-tambah pujianku buatMu, yang apabila melihat akhlaknya, melimpah-limpah kerinduanku pada KekasihMu, dan tidurnya dalam dakap kitab suciMu kerana letih mentadabbur Al-Zikr, yang bibirnya tidak sunyi dari lantunan zikir dan hafazan surah-surah penghibur hati, yang apabila katanya penuh nasihat dan guraunya adalah sedikit kerana gentar akan kematian yang bila-bila masa sahaja menjemput.’





Friday, October 1, 2010

SHARING IS LOVING - BELAJAR MENJDI REDHA




Sharing is loving - Assalamualaikum buat kawan2 yang disayangi kerana ALLAH ...peringatan dan nasihat buat diri sendiri khususnya dan amnya untuk semua kawan2 yang disayangi...

Kita terlalu banyak ‘komplen’ dan komen (mengadu) dan mengeluh serta menyalahkan keadaan sehingga kepada permasalahan sekecil-kecilnya dalam kehidupan dunia ini. Tetapi, kita sering lupa kesusahan dan penderitaan sebenar yang bakal kita hadapi di akhirat kelak.

Kita terlalu mengejar kemewahan, kemegahan dan glamor kehidupan sehingga melupakan tujuan hidup kita sebenarnya. Inilah sebenar ujian hidup yang kadang kala kita rasakan amat memeritkan untuk dihindari, pada hal kita tahu ganjarannya adalah syurga daripada Allah.

Kita selalu menganggap kehidupan di dunia ini untuk hidup selama-lamanya. Oleh itu, kita menghabiskan seluruh sumber dalam diri semata-mata untuk membina pengaruh, mengumpul harta dan kemasyhuran diri seolah-olah ‘kematian’ itu untuk orang lain, bukan untuk kita.

Kita lupa semua kejadian akan mati dan walhal akhirat adalah kehidupan abadi.Oleh itu, dari sekarang kita hentikan perangai suka komplen, komen dan berkeluh kesah. Kita hargailah kehidupan ini. Kita jalani kehidupan sebagai khalifah Allah, melakukan yang makruf, melarang perkara yang mungkar.

Kita syukuri nikmat yang ada dan panjangkan nikmat ini kepada orang lain dengan memberikan khidmat menolong dan memudahkan kehidupan orang lain.

SHARING IS LOVING - 30 PERKARA YANG DAPAT MELEMBUTKAN HATI..INSYAALLAH



1) Takut akan datangnya maut secara tiba-tiba sebelum kita sempat bertaubat.

2) Takut tidak menunaikan hak-hak Allah secara sempurna. Sesungguhnya hak-hak Allah itu pasti diminta pertanggungjawabannya.

3) Takut tergelincir dari jalan yang lurus, dan berjalan di atas jalan kemaksiatan dan jalan syaitan.

4) Takut memandang remeh atas banyaknya nikmat Allah pada diri kita.

5) Takut akan balasan siksa yang segera di dunia, karena maksiat yang kita lakukan.

6) Takut mengakhiri hidup dengan su’ul khatimah.

7) Takut menghadapi sakaratul maut dan sakitnya sakaratul maut.

8) Takut menghadapi pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir di dalam kubur.

9) Takut akan azab dan prahara di alam kubur.

10) Takut menghadapi pertanyaan hari kiamat atas dosa besar dan dosa kecil yang kita lakukan.

11) Takut melalui titian yang tajam. Sesungguhnya titian itu lebih halus daripada rambut dan lebih tajam dari pedang.

12) Takut dijauhkan dari memandang wajah Allah.

13) Perlu mengetahui tentang dosa dan aib kita.

14) Ma’rifah kita terhadap nikmat Allah yang kita rasakan siang dan malam sedang kita tidak bersyukur.

15) Takut tidak diterima amalan-amalan dan ucapan-ucapan kita.

16) Takut bahwa Allah tidak akan menolong dan membiarkan kita sendiri.

17) Kekhawatiran kita menjadi orang yang tersingkap aibnya pada hari kematian dan pada hari timbangan ditegakkan.

18) Hendaknya kita mengembalikan urusan diri kita, anak-anak, keluarga, suami dan harta kepada Allah SWT. Dan jangan kita bersandar dalam memperbaiki urusan ini kecuali pada Allah.

19) Sembunyikanlah amal-amal kita dari riya’ ke dalam hati, karena terkadang riya’ itu memasuki hati kita, sedang kita tidak merasakannya. Hasan Al Basri rahimahullah pernah berkata kepada dirinya sendiri. “Berbicaralah engkau wahai diri. Dengan ucapan orang sholeh, yang qanaah lagi ahli ibadah. Dan engkau melaksanakan amal orang fasik dan riya’. Demi Allah, ini bukan sifat orang mukhlis”.

20) Jika kita ingin sampai pada derajat ikhlas maka hendaknya akhlak kita seperti akhlak seorang bayi yang tidak peduli orang yang memujinya atau membencinya.

21) Hendaknya kita memiliki sifat cemburu ketika larangan-larangan Allah diremehkan.

22) Ketahuilah bahwa amal sholeh dengan sedikit dosa jauh lebih disukai Allah daripada amal sholeh yang banyak tetapi dengan dosa yang banyak pula.

23) Ingatlah setiap kita sakit bahwa kita telah istirahat dari dunia dan akan menuju akhirat dan akan menemui Allah dengan amalan yang buruk.

24) Hendaknya ketakutan pada Allah menjadi jalan kita menuju Allah selama kita sehat.

25) Setiap kita mendengar kematian seseorang maka perbanyaklah mengambil pelajaran dan nasihat. Dan jika kita menyaksikan jenazah maka khayalkanlah bahwa kita yang sedang diusung.

26) Hati-hatilah menjadi orang yang mengatakan bahwa Allah menjamin rezeki kita sedang hatinya tidak tenteram kecuali sesuatu yang ia kumpul-kumpulkan. Dan menyatakan sesungguhnya akhirat itu lebih baik dari dunia, sedang kita tetap mengumpul-ngumpulkan harta dan tidak menginfakkannya sedikit pun, dan mengatakan bahwa kita pasti mati padahal dia tidak pernah ingat mati.

27) Lihatlah dunia dengan pandangan I’tibar (pelajaran) bukan dengan pandangan mahabbah (kecintaan) kepadanya dan sibuk dengan perhiasannya.

28) Ingatlah bahwa kita sangat tidak kuat menghadapi cobaan dunia. Lantas apakah kita sanggup menghadapi panasnya jahannam?

29) Di antara akhlak wanita mu’minah adalah menasihati sesama mu’minah.

30) Jika kita melihat orang yang Bertakwa dan alim serta berilmu agama dari kita, maka muliakanlah dia dan katakana kepadanya, “Anda telah mendahului saya di dalam Islam dan amal sholeh maka dia jauh lebih baik di sisi Allah. Anda keluar ke dunia setelah saya, maka dia lebih baik sedikit dosanya dari saya dan dia lebih baik dari saya di sisi Allah.”


Wednesday, September 29, 2010

SHARING IS LOVING - TEMAN KU..DENGARLAH




Apabila kau ingin SESEORANG sebagai TEMAN, 

Janganlah kerana KELEBIHANNYA..
Kerana mungkin dengan 1 KELEMAHAN..
Kau mungkin akan menjauhinya....

Andai kau ingin SESEORANG sebagai TEMAN, 

Janganlah kerana KEBAIKANnya.. 
Kerana mungkin dengan 1 KEBURUKAN..
Kau akan menbencinya.... 

Andai kau inginkan SESEORANG sbg TEMAN..

Janganlah kerana ILMUnya..
Kerana apabila dia BUNTU...
Kau mungkin akan menFITNAHnya... 

Andai kau inginkan SESEORANG sbg TEMAN...

Janganlah kerana sifat CERIAnya..
kelak andai dia tidak pandai menceriakan..
Kau mungkin akan menyalahkannya...

Andai kau inginkan SESEORANG sbg teman, 

Terimalah dia SEADANYA,
Ikhlaskan dalam perhubungan...
Sinarinya dengan takwa & Iman...
Saling hormat-menghormati..
Jujur..amanah..& segalanya..

Krn dia seorang TEMAN , 
Yang hanya manusia biasa.... 
Ada Kelemahan...
Ada Kekurangan.. 
Ada Keburukan..

Jadilah, saling lengkap-melengkapi..
kerana TIADA SIAPA YANG SEMPURNA...

JIKA TIDAK, TINGGALKANLAH DIA..
KERNA..

"DIA SEMESTINYA TIDAK PERNAH KESEORANGAN..."
"ISLAM is the WAY of LIFE..."

Ceria2lah slalu..^__^
Salam ukhwah..Salam Pertemuan & Perhubungan dgn kalian...